Ibu
Table of Contents
Mendidik anak bukan hanya sekedar membuatnya bisa baca tulis dan berhitung, tapi juga mengajarkan ilmu agama dan juga cara menghadapi dunia dan kehidupan. Anak-anak bukan sekedar diberikan makanan, tapi harus dipastikan bahwa makanan itu bersumber dari yang halal, untuk menjamin kehidupan anak-anak kelak.
Ibu tentu belajar dari kehidupannya diasuh oleh orangtuanya, sehingga jadi pilihan baginya, apakah meneruskan pola asuh dan pola didik yang dulu pernah diterima, atau mencari pola sendiri, dengan belajar dari berbagai referensi kehidupannya (orang tua lain).
Ibu bisa membandingkan, sehingga menciptakan pola asuh yang lebih baik.
Anak-anak memang perlu mendapat berbagai kebutuhan, seperti makan, sekolah dan lain-lain, sesuai kebutuhannya. Namun jangan berlebih-lebihan.
Saat ini orangtua cenderung memberikan semua yang diminta anak tanpa melihat urgensinya. Memberikan uang jajan terlalu banyak dan berlebihan, memberikan ponsel meskipun anak belum berada pada usia membutuhkan, tanpa membatasinya.
Itu bukan sayang anak tapi pelan-pelan membuat anak merasa mudah mendapatkan apa-apa, membuatnya tidak punya daya juang. Berikan secukupnya yang anak butuhkan, buat anak menjadi pejuang untuk mendapatkan keinginannya.
Berkata-kata yang baik sangat penting, panggil anak dengan panggilan yang baik. Jangan memaki atau memberi julukan yang tidak baik. Itu akan membuatnya minder dan berkecil hati, kehilangan kepercayaan diri.
Ibu harus memberikan motivasi kepada anak-anaknya, bahwa dia bisa melakukan apapun, karena tidak ada hal yang tidak mungkin dicapai. Jadilah pendengar yang baik, meskipun belum bisa memberikan solusi.
Ibu belajar dari pengalamannya menjadi anak, melihat ibunya membesarkannya dan saudara-saudaranya, jadi bisa memutuskan akan jadi ibu seperti apakah dia. Jika merasa bahwa pola asuh ibunya kurang berkenan maka ia akan mencari role model yang lain, yang menurutnya lebih cocok

Post a Comment